Sunnah Memotong Kuku dalam Islam, Bagusnya Hari Apa Ya?


Sunnah memotong kuku termasuk dalam lima sunnah fitrah yang berkaitan dengan kebersihan. Khususnya untuk mencegah kotoran dan kuman bersarang di ujung jari. Namun, apakah ada hari khusus untuk memotong kuku?

Banyak umat muslim yang masih kebingungan terkait hal ini. Buku Fiqih Praktis Sehari-hari karya Farid Nu'man menyebutkan, sebenarnya para ulama berpendapat bahwa tidak ada hari khusus dalam memotong kuku dalam hadits-hadits.

Seorang pakar hadits dan murid dari Imam Ibnu Hajar rahimahullah Imam as Sakhawi dalam kitab al Maqashid al Hasanah menjelaskan,

"Tidak ada yang sahih sedikit pun dari Nabi SAW tentang cara menggunting kuku pada hari tertentu,"

Meskipun demikian, sebagian imam salaf lebih memilih atau menyukai memotong kuku pada hari Jumat. Hal ini yang disebutkan oleh ahli hadits Imam an Nawawi melalui kitab al Majmu Syarh al Muhadzdzab.

Hari Jumat dipilih karena dianggap sebagai hari raya pekanan umat Islam dan sayyidul ayyaam (penghulu hari). Selain itu, mazhab Imam Syafi'i juga mengungkapkan, hari Kamis dan Senin sebagai hari yang baik untuk memotong kuku.

"Memotong kuku yang panjang pada hari Jumat adalah sunnah bagi yang sedang tidak ihram. Begitu pula hari Kamis dan Senin," tulis buku Fikih Empat Madzhab Jilid 3 oleh Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi.

Adapun untuk waktu terlama memotong kuku sesuai sunnah Rasulullah SAW adalah 40 hari. Hal tersebut dijelaskan Rasulullah SAW melalui sebuah hadits yang berasal dari Anas bin Malik RA, ia berkata,

وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ وَنَتْفِ الْإِبِطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Artinya: "Diberikan waktu bagi kami untuk mencukur kumis, bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur bulu kemaluan tidak lebih dari empat puluh hari." (HR Muslim).

Post a Comment

أحدث أقدم

Featured Video