Sejumlah ibu-ibu dari berbagai daerah yang mengaku sebagai
korban investasi Ustadz Yusuf Mansur mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia
(MUI), Rabu (5/1).
Tujuan kedatangan mereka adalah untuk mengadukan perbuatan
Yusuf Mansur yang dinilai merugikan banyak orang dalam berbagai macam
bisnisnya.
"Kedatangan kami disini adalah untuk mencari solusi
bagaimana baiknya dengan program pak Yusuf Mansur yang sekian lama kami tidak
mendapatkan hak kami dan menyampaikan agar MUI setidaknya memantau apa yang
disampaikan Yusuf Mansur tentang investasi atau bisnis-bisnis yang lainnya yang
sangat merugikan kami semua," ujar Helwa, mantan TKI asal Surabaya di
Kantor MUI, Kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Helwa menceritakan, dirinya sudah ikut dalam investasi
bersama Ustadz Yusuf Mansur mulai dari PT Veritra Sentosa Internasional (VSI)
atau biasa dikenal dengan Paytren hingga patungan usaha pembangunan salah satu
hotel di Jogjakarta. Selain itu, Helwa juga termasuk donatur aktif dalam
program Wisata Haji yang juga digagas oleh sang ustadz.
"Sebenarnya saya donaturnya sudah dari tahun 2010 untuk
donatur aktif Wisata Haji dari Yusuf Mansur. Saya mulai bergabung dalam program
patungan usaha hotel Condotel sejak 2013," jelasnya
Sejalan dengan itu, Helwa mengungkapkan kerugian yang
dialaminya hampir mencapai Rp60 juta setelah mengikuti program investasi
bersama Ustadz Yusuf Mansur. Hingga saat ini, Helwa mengaku belum satu rupiah
pun yang dikembalikan Yusuf Mansur.
"Kerugian saya pribadi hampir 60 juta dan hingga saat
ini belum ada uang kembali sama sekali dari sejak tahun 2013-2014 hingga saat
ini belum ada sepersen pun kembali," ungkapnya.
Helwa tertarik dengan tawaran Ustadz Yusuf Mansur karena
dalam program yang diikutinya itu memiliki misi untuk membangkitkan ekonomi
umat Islam berjamaah di Indonesia. Tidak sendirian, Helwa juga mengajak hampir
ribuan orang untuk mengikuti program yang ditawarkan tersebut.
"Saya kanan kiri mungkin hampir seribu orang yang ikut
ya, karena kita dulu itu punya misi ngikutin ustadz Yusuf Mansur yaitu
membangkitkan ekonomi umat Islam berjamaah di Indonesia," ucap Helwa
Sementara itu, Surati yang juga mengaku sebagai korban atas
investasi bersama Yusuf Mansur sangat kecewa karena sang ustadz mengatakan
tidak pernah menerima uang darinya. Padahal, Surati memiliki beberapa bukti
terkait keikutsertaannya dalam program investasi tabung dana.
"Saya sangat sakit hati dengan ucapan Yusuf Mansur yang
dia bilang tidak menerima uang sepersen pun dari TKW. Tapi ini bukti yang nama
Ustadz Yusuf Mansur, dimana saya ikut investasi tabung dana dan disitu banyak
sekali teman-teman TKW lainnya yang dimana tidak ada kejelasan sama sekali
sampai saat ini, kita semua ada bukti," kata Surati
"Yang bikin saya sakit hati adalah apa yang
disampaikan, apa yang dijanjikan tidak pernah ditepati. Dari investasi itu
Ustadz Yusuf Mansur menjanjikan dapat aset, bagi hasil, tapi pada kenyataannya
tidak ada," tambahnya
Tidak hanya Helwa dan Surati yang menjadi korban program
investasi Yusuf Mansur, beberapa ibu-ibu lainnya juga mengalami hal serupa.
Selain kelompok ini, sebelumnya ada sejumlah korban lainnya
yang sudah menggunakan Yusuf Mansur di Pengadilan Negeri Tangerang dan hingga
saat ini sidangnya masih bergulir di sana.
إرسال تعليق